[Intro]
Langkah senyap menapak di atas kilau gelap
Di balik pintu kota, janji-janji berkilau palsu
[Verse 1]
Dia berjalan pelan, telinga mendengar kata-kata manis
Pujian seperti bunga yang cepat layu di malam yang sunyi
Janji bersinar di mata, tapi rindunya kosong bagai kaca
Dia mencari kenyataan di balik kata yang dipoles rona
[Pre-Chorus]
Tak ada teladan cinta yang kukenal terlalu jauh
Hanya bisik tipis yang membuat lelah berlipat ganda
[Chorus]
Kata-kata manis menari di udara, memikat tapi tak menyejukkan
Dia menguap di tepi harapan, menunggu kenyataan yang tak datang
Jika kau bicara manis terlalu lama, hatimu bisa terbuai perih
Dan dia tetap sendiri, di balik senyum yang tipis
[Verse 2]
Bibirnya mengikuti ritme nada yang kau ciptakan
Berbuat baik hanya saat ada peluang untuk dihargai kembali
Dia tak butuh kerlingan kosong, tapi rindu yang jujur dan nyata
Bukan sekadar rayu yang dibentuk dari kata indah semu
[Pre-Chorus]
Cinta bukan teater kata, bukan suguhan untuk dipuji
Harmoni sejati tumbuh dari tindakan yang sejati
[Chorus]
Kata-kata manis menari di udara, memikat tapi tak menyejukkan
Dia menguap di tepi harapan, menunggu kenyataan yang tak datang
Jika kau bicara manis terlalu lama, hatimu bisa terbuai perih
Dan dia tetap sendiri, di balik senyum yang tipis
[Bridge]
Biarkan cahaya realita menuntun langkahnya
Biar dia temukan wajah yang tidak hanya pada pantulan kata
[Chorus]
Kata-kata manis menari di udara, memikat tapi tak menyejukkan
Dia menguap di tepi harapan, menunggu kenyataan yang tak datang
Jika kau bicara manis terlalu lama, hatimu bisa terbuai perih
Dan dia tetap sendiri, di balik senyum yang tipis
[Outro]
Langkah terakhir berhenti pada pintu yang terbuka pada kejujuran
Dia berjalan keluar, membawa namanya sendiri menuju langit yang nyata