[Intro]
Apa arti kata saat hatimu berbisik bohong
Dan aku berdiri di pintu, menimbang janji palsu yang kau simpan
[Verse 1]
Kau datang dengan senyum, lidah manismu tidak jujur
Di layar kecil itu, rahasia kita disembunyikan rapat
Kau bilang sayang, tapi jalanku terasa dingin
Kata-kata di depanmu, tindakanmu menari di belakang
[Pre-Chorus]
Aku membaca jarak di antara pelukan dan pesan yang hilang
Ada jarak di matamu, ada luka di cara kau menghilang
[Chorus]
Kau berbohong lagi, aku merasakan debu kepercayaan jatuh
Cinta hanya sandiwara, aku tidak lagi buta oleh kata-kata manismu
Aku haus kejujuran, aku siap meninggalkan jejak yang tertinggal
Meninggalkan panggung ini, biar kau sendiri mengeja asal-usul dusta
[Verse 2]
Janji-janji manismu berbahasa kosong seperti kaca retak
Perasaan kita berbeda, aku terjebak dalam lakon yang kau tulis
Kau menepuk dada di depan, tapi tanganmu meraba belakangku
Rasa kecewa menggulung dada, membawa badai di langkahku
[Pre-Chorus]
Aku melihat kontras antara bibir yang berjanji dan luka yang kutemukan
Rasa bosan menumpuk, aku berhitung risiko untuk bertahan
[Chorus]
Kau berbohong lagi, aku merasakan debu kepercayaan jatuh
Cinta hanya sandiwara, aku tidak lagi buta oleh kata-kata manismu
Aku haus kejujuran, aku siap meninggalkan jejak yang tertinggal
Meninggalkan panggung ini, biar kau sendiri mengeja asal-usul dusta
[Bridge]
Di sini aku memilih langkah yang tegas, suara cinta berhenti berkhianat
Biarkan air mata jadi pelindung, bukan peluru yang menahan hati
[Chorus]
Kau berbohong lagi, aku merasakan debu kepercayaan jatuh
Cinta hanya sandiwara, aku tidak lagi buta oleh kata-kata manismu
Aku pergi dari panggung ini, meninggalkan dirimu dengan dorongan nyata
Meninggalkan semua dusta, menjemput pagi yang jujur
[Outro]
Aku menutup layar, menapak keluar dari cerita yang kau buat
Langkahku tidak lagi ratap, aku memilih hidup yang sebenarnya