[Intro]
Kekosongan di hati takda yang mengisi
Kesunyian yang tiada henti
[Verse 1]
Aku bertanya pada dunia apakah aku tidak layak dicintai bahkan untuk dimiliki?
Oh tuhan berikan ku petunjuk untuk berjalan
[Pre-Chorus]
Kau memberiku kesempatan tapi diriku tidak menjalankan,dengan bodohnya aku mengira ini semua tak sejalan
[Chorus]
Kita kehilangan arah, tapi bayangmu tidak sepenuhnya pergi
Aku menulis diri sendiri di ruang yang kau tinggalkan, perlahan percaya lagi
Harap tumbuh dari retak-retak yang kupanggil rumah
Dan aku janji akan menjemput masanya, meski langit tak segera berubah
[Verse 2]
Aku bicara pada cermin tentang luka yang tak terucap
Kau jadi pelajaran tentang bagaimana cinta bisa tidak cukup
Namun di balik gelap, ada suara kecil yang bertahan
Mengurutkan kata: sisa, kuat, nanti, aku
[Pre-Chorus]
Aku belajar melihat cahaya yang masuk lewat pintu terjepit
Bahwa kehilangan bukan akhir, hanya pintu yang membuka diri
[Chorus]
Kita kehilangan arah, tapi bayangmu tidak sepenuhnya pergi
Aku menulis diri sendiri di ruang yang kau tinggalkan, perlahan percaya lagi
Harap tumbuh dari retak-retak yang kupanggil rumah
Dan aku janji akan menjemput masanya, meski langit tak segera berubah
[Bridge]
Kalau cinta bisa tiba lagi, biarkan dia datang dengan langkah pelan
Aku akan menyimpan ruang kosong sebagai tempat berhimpun doa
Mencari arti di sela kekosongan, menunggu sinar yang tidak menipu
[Chorus]
Kita kehilangan arah, tapi bayangmu tidak sepenuhnya pergi
Aku menulis diri sendiri di ruang yang kau tinggalkan, perlahan percaya lagi
Harap tumbuh dari retak-retak yang kupanggil rumah
Dan aku janji akan menjemput masanya, meski langit tak segera berubah
[Outro]
Sekarang aku menatap ruang itu sebagai cerita yang belum selesai
Dan aku, pelan-pelan, belajar menjahit harapan dari sisa-sisa kenyataan