[Verse 1]
Orang iri hati, menatap langit tanpa kata
Menyulam dengki di dada, senyum tipis menutupi luka
Kau sebut diriku mimpi buruk yang menguntitmu malam hari
Tapi langkahku tetap tenang, aku memilih menari di bawah rembulan
[Chorus]
Biarkan iri jadi kaca yang pecah pelan di pijak kaki
Aku bangkit, menatap diriku sendiri jadi satu arah
Jauhkan lidah panas, biarkan doa menuntun langkahku
Karena hidupku milikku, bukan milik rasa dengki yang merusak
[Verse 2]
Kau bicara seperti ahli, menakar harga namaku di udara
Tapi bayangan kau sendiri mengaburkan pandanganmu
Aku menulis cerita dengan tinta keyakinan, bukan nurani yang keruh
Biarkan mereka yang iri berakhir dengan penyesalan yang manis
[Chorus]
Biarkan iri jadi kaca yang pecah pelan di pijak kaki
Aku bangkit, menatap diriku sendiri jadi satu arah
Jauhkan lidah panas, biarkan doa menuntun langkahku
Karena hidupku milikku, bukan milik rasa dengki yang merusak
[Bridge]
Bila cemburu datang berlagak, aku menutup pintu pada luka
Buka jendela harapan, biarkan angin lalu membawa tenang
[Chorus]
Biarkan iri jadi kaca yang pecah pelan di pijak kaki
Aku bangkit, menatap diriku sendiri jadi satu arah
Jauhkan lidah panas, biarkan doa menuntun langkahku
Karena hidupku milikku, bukan milik rasa dengki yang merusak
[Outro]
Orang iri hati, lihatlah dirimu berubah perlahan
Langkahku pasti, hati tetap damai di bawah cahaya pagi