Selalu ada di barisan paling belakang
Menanti kau menoleh, walau sekilas saja
Sapaanku kau balas sekadar basa-basi
Tak pernah kau tahu, hatiku berdebar hebat
Kau ceritakan dia, berulang kali
Aku pendam rasa, tersenyum meski perih
Bagai pelengkap saja di sela waktumu
Bukan pilihan, cuma tempat berlabuh sebentar
[Pre-Chorus]
Kau tahu namaku, tapi tak tahu rasaku
Kau tahu keberadaanku, tapi tak pernah kau lihat
Aku yang selalu ada, tapi tak pernah diingat
Cukup untukmu, tapi tak pernah jadi pilihanmu
[Chorus]
Cintaku berjalan satu arah saja
Hanya aku yang menatap, hanya aku yang berharap
Kau tak salah, aku yang terlalu berharap
Menjadi kekasih yang tak pernah dianggap
Hanya aku yang merasa, hanya aku yang menjaga
Kau bebas pergi, karena tak pernah kau miliki
Aku ada, tapi tak pernah ada di hatimu
Cinta bertepuk tangan sendiri — dan itu aku
[Verse 2]
Kau bilang kita teman, jelas dan tegas
Aku mengangguk, walau hati retak pelan-pelan
Siap sedia saat kau butuh bahu untuk bersandar
Tapi saat kau bahagia — aku bukan alasannya
Kau lewat di depanku, matamu mencari orang lain
Aku berdiri di sini, tak pernah kau pandang balik
Lama ku kenal, lama ku menunggu waktu
Ternyata waktu tak pernah berpihak padaku
[Bridge]
Bukan marah, bukan kecewa padamu
Hanya sedih pada diriku — yang tak bisa berhenti mencintaimu
Kau tak memintaku untuk tetap tinggal
Aku yang memaksa diri untuk tetap berharap
[Chorus]
Cintaku berjalan satu arah saja
Hanya aku yang menatap, hanya aku yang berharap
Kau tak salah, aku yang terlalu berharap
Menjadi kekasih yang tak pernah dianggap
Hanya aku yang merasa, hanya aku yang menjaga
Kau bebas pergi, karena tak pernah kau miliki
Aku ada, tapi tak pernah ada di hatimu
Cinta bertepuk tangan sendiri — dan itu aku
[Outro]
Mungkin suatu hari nanti
Aku akan berhenti menunggu
Berhenti jadi bayang-bayang
Yang tak pernah kau lihat...
Selamat tinggal — cinta satu arah.