INTRO
(Yeah...)
(Oh...)
Papagia On The Track...
Dengar baik-baik...
Ini bukan tentang siapa yang paling kuat...
Tapi siapa yang tetap bertahan...
---
VERSE 1
Lelaki sesungguhnya bukan banyak bicara,
Tapi hadir saat keluarga membutuhkan dirinya.
Telapak tangannya penuh luka dan debu,
Namun senyumnya tetap menguatkan waktu.
Ia rela lelah tanpa banyak mengeluh,
Menyimpan air mata di balik tubuh yang teguh.
Bukan karena hidup selalu mudah dijalani,
Tapi karena ada mimpi yang harus ditepati.
---
HOOK
Lelaki sesungguhnya tak lari dari badai,
Meski langkah tertatih, tetap berdiri sampai usai.
Tak mencari pujian, tak haus sanjungan,
Cukup melihat orang tercinta tersenyum penuh harapan.
Kalau harus jatuh... dia bangkit lagi,
Kalau harus terluka... dia sembuhkan sendiri.
Karena harga diri bukan sekadar kata,
Melainkan janji yang dijaga seumur usia.
---
RAP
Yo...
Mereka cuma lihat hasil, bukan perjuangan,
Tak tahu berapa malam hilang demi masa depan.
Keringat jatuh jadi saksi perjalanan,
Doa ibu selalu jadi kekuatan.
Tak semua luka harus diumumkan,
Tak semua tangis harus diperlihatkan.
Kadang diam adalah keberanian,
Karena lelaki sejati membalas dengan pembuktian.
---
VERSE 2
Hari berganti, usia terus berjalan,
Beban bertambah, tapi tak pernah menyerah.
Walau dunia sering mematahkan harapan,
Dia tetap percaya Tuhan memberi jalan.
Bukan mencari hidup yang sempurna,
Namun menjadi manusia yang berguna.
Selangkah demi selangkah terus melangkah,
Sampai impian berubah menjadi nyata.
---
HOOK
Lelaki sesungguhnya tak lari dari badai,
Meski langkah tertatih, tetap berdiri sampai usai.
Tak mencari pujian, tak haus sanjungan,
Cukup melihat orang tercinta tersenyum penuh harapan.
Kalau harus jatuh... dia bangkit lagi,
Kalau harus terluka... dia sembuhkan sendiri.
Karena harga diri bukan sekadar kata,
Melainkan janji yang dijaga seumur usia.
---
RAP
Yeah...
Bukan tentang harta atau nama terkenal,
Tapi hati yang tetap jujur dan kekal.
Hormati orang tua, lindungi ke