[Intro]
Di kampung pagi cerah, tetangga sibuk nyimpen gosip
Aku coba senyum manis, tapi dompet masih bersembunyi di balik speaker
[Verse 1]
Lajang aku di daftar undangan, nyari-nyari alasan buat nambah asam garam
Kapan nikah jadi topik, kelojotan lidah, tapi dompet cuma bisa ngelamun
Kondangan bikin pengen tertawa, tapi hati merundung malu sama rekening bensin
Roti keliling lewat, ngasih harapan kecil: bisa nabung, bisa beli mimpi besar
[Pre-Chorus]
Kayaknya semua bikin aku cepat-cepat dewasa, meski dompet masih kalem
Tawaku ngocor, tapi tatapan lurus ke masa depan yang belum tentu bersinar terang
[Chorus]
Aku ingin stabil, meski jalan berliku camat-camat, haha lucu tapi perih
Mahar dan resepsi jadi rintangan, tapi aku genggam perasaan ini dalam hati
Kalau uang bensin cukup, kuarahkan langkahku ke depannya
Roti keliling jadi pegangan, simpanan menari di bawah mimpi
[Verse 2]
Setiap undangan bikin aku ngebayang biaya pesta dan cincin
Ngutang sebentar, menahan malu di pinggir bibir
Keluarga tertawa, pero aku tetap serius, nyimpen rupiah buat masa depan
Impian menikah: bukan soal siap nikah cepat, tapi modal yang menepati janji
[Pre-Chorus]
Aku hitung-hitung saldo, sambil senyum-senyum malu di belakang kaca
Harapan tumbuh pelan, meski langkahku sering tersandung trotoar kota
[Chorus]
Aku ingin stabil, meski jalan berliku camat-camat, haha lucu tapi perih
Mahar dan resepsi jadi rintangan, tapi aku genggam perasaan ini dalam hati
Kalau uang bensin cukup, kuarahkan langkahku ke depannya
Roti keliling jadi pegangan, simpanan menari di bawah mimpi
[Bridge]
Di setiap perbatasan antara dilema dan harapan, aku tertawa pelan
Kamar kosong, tumpukan tabungan, nyalakan lilin kecil untuk besok yang terang
[Chorus]
Aku ingin stabil, meski jalan berliku camat-camat, haha lucu tapi perih
Mahar dan resepsi jadi rintangan, tapi aku genggam perasaan ini dalam hati
Kalau uang bensin cukup, kuarahkan langkahku ke depannya
Roti keliling jadi pegangan, simpanan menari di bawah mimpi
[Outro]
Besok kupeluk kenyataan dengan senyum singkat, tapi tegar
Tabungan menimbang, mimpi tetap berjalan, meski jalannya lucu sultry Sunda Koplo