[Intro]
Langkah sunyi menapak di tanah api, jejaknya bekas luka di malam pekat
[Verse 1]
Seorang pembunuh yang liar dulu, kini terjebak di tera neraka yang berkedip
Radio iblis menyiarkan kisahnya, lonceng kehancuran bergema di balik tirai logam
70 tahun hilang, menelusup sunyi hingga ingatan pudar
Dia kembali, menggumam nama-nama yang pernah dia hapus dengan darah
[Pre-Chorus]
Kepalanya berputar di antara cengkeram api dan sinar kosong
Tangan bergetar, namun sorotnya tetap lurus pada tempat yang dulu dia lupakan
[Chorus]
Dia kembali malam ini, di frekuensi neraka yang berkubah
Menyelinap di balik suara radio yang meremukkan jiwa
Tak ada tempat untuk melarikan diri, dia adalah bayangan yang tak bisa padam
Kembalinya iblis radio, membawa kisah kelam yang tak selesai
[Verse 2]
He came back, dari bayangan dia menimbang janji yang pernah dia langgar
Suara suaranya menggetarkan kaca, mengajak roh-roh yang terdampar untuk kembali bernyanyi
70 tahun hilang, namun memori lama menggeliat, mencari embun di sisa debu
Dia memilih saluran, menyalakan gelombang kekacauan dengan senyum tipis
[Pre-Chorus]
Hiruk-pikuk mesin menggema, menari di telinga pendengar yang lelah
Di balik senyumnya, dia menyesap rasa bersalah yang terlalu pahit
[Chorus]
Dia kembali malam ini, di frekuensi neraka yang berkubah
Menyelinap di balik suara radio yang meremukkan jiwa
Tak ada tempat untuk melarikan diri, dia adalah bayangan yang tak bisa padam
Kembalinya iblis radio, membawa kisah kelam yang tak selesai
[Bridge]
Bersama kilat dan deru mesin, dia mengurai luka lama
Menjadi cermin bagi yang terjebak dalam kilau api
[Chorus]
Dia kembali malam ini, di frekuensi neraka yang berkubah
Menyelinap di balik suara radio yang meremukkan jiwa
Tak ada tempat untuk melarikan diri, dia adalah bayangan yang tak bisa padam
Kembalinya iblis radio, membawa kisah kelam yang tak selesai
[Outro]
Di ujung frekuensi, dia berbisik pelan: aku kembali, dan kita mulai lagi