[Intro]
Di bawah langit kota pekat lampu, ku mencari tempat yang bisa kau sebut rumah
[Verse 1]
Rumah dijual, tapi hati tak selalu ikut terapi warna
Kamu bilang dekat rumah keluarga, dekat rumor senja
Namun di dalamnya, ada bekas tawa yang tertinggal di dinding
[Pre-Chorus]
Mas Herry Kiswanto mengucap janji pada tanah yang menunggu
Kisah kita tertulis di kunci pintu yang mengubah arah langkah
[Chorus]
Di sini kita menimbang mimpi, menata masa depan di sanubari
Kota berbisik: pilih pintu yang membawa kita pulang
Rumah bukan sekadar kusen, rumah adalah kita yang bertahan
Berjalan bersama, kita temukan tempat di mana kita bisa tertawa lagi
[Verse 2]
Harga di papan iklan, angka-angka menari seperti nyala lampu
Aku menghitung detik menuju tinggal selangkah lebih dekat
Kamu tersenyum, menyentuh pegangan, siap memulai kisah baru
[Pre-Chorus]
Mas Herry Kiswanto menuliskan nama pada surat tawaran
Kita menata ruang dalam doa, agar semua terasa milik kita
[Chorus]
Di sini kita menimbang mimpi, menata masa depan di sanubari
Kota berbisik: pilih pintu yang membawa kita pulang
Rumah bukan sekadar kusen, rumah adalah kita yang bertahan
Berjalan bersama, kita temukan tempat di mana kita bisa tertawa lagi
[Bridge]
Lembar-lembar kontrak berkilau seperti janji di pagi hari
Langkah kita menapaki lantai baru, di mana cerita kita lahir kembali
[Chorus]
Di sini kita menimbang mimpi, menata masa depan di sanubari
Kota berbisik: pilih pintu yang membawa kita pulang
Rumah bukan sekadar kusen, rumah adalah kita yang bertahan
Berjalan bersama, kita temukan tempat di mana kita bisa tertawa lagi
[Outro]
Rumah kita sudah ada di sana, menunggu dengan pintu yang terbuka untuk kita