[Intro]
Lampu neon berkedip di ujung jalan berdebu
Suara sepeda motor, tawa tukang becak beriringan
[Verse 1]
Di warung sederhana, Bu Seha menyapa senyum hangat
Nasi putih menguap, aroma kaldu menari pelan
Gambar senyum di wajah pelancong yang lelah berkelana
Hangatnya kata-kata Bu Seha, buat lidah rindu tenang
[Pre-Chorus]
Dia tidak punya gelar di pasar malam, hanya doa di dalam mangkuk
Namun setiap sendok, kisah rumah jauh datang menyelinap
[Chorus]
Nasi hangat menenangkan langkah yang letih
Bu Seha mengubah jalan balik jadi rumah singgah
Di pinggir jalan, harapan tumbuh dari sendok yang sederhana
Hati lapar menemukan damai dalam nasi yang murah
[Verse 2]
Mobil-mobil berlalu, lampu merah berpendar seperti bintang
Tangan cekatan meracik, mengukur rasa dengan teliti
Anak-anak mengecek baki, senyum Bu Seha melembutkan pagi
Di meja kayu, cerita-cerita kecil jadi makan malam
[Pre-Chorus]
Langkahku berhenti, perut pun menari karena kenyang
Dan kota beristirahat sejenak dalam bisik-bisik malam
[Chorus]
Nasi hangat menenangkan langkah yang letih
Bu Seha mengubah jalan balik jadi rumah singgah
Di pinggir jalan, harapan tumbuh dari sendok yang sederhana
Hati lapar menemukan damai dalam nasi yang murah
[Bridge]
Bila hujan turun, tenda-tenda frontline tak jadi berarti
Karena ada rasa, ada kata yang menumbuhkan tenang hati
[Chorus]
Nasi hangat menenangkan langkah yang letih
Bu Seha mengubah jalan balik jadi rumah singgah
Di pinggir jalan, harapan tumbuh dari sendok yang sederhana
Hati lapar menemukan damai dalam nasi yang murah
[Outro]
Lelah berganti senyum, perut kenyang, malam pun tenang
Warung Bu Seha tetap berdiri, menunggu langkah berikutnya