[Intro]
Langit senja meneteskan kenangan.
[Verse 1]
Linda, kau berjalan di lorong waktu yang sepi,
Jejak-jejak debu di jendela tua mengingatkanmu pada masa itu.
Kau menyentuh kain kaset yang masih harum pelengkap hari-hari dulu,
Menaruh harapan di balok kayu yang rapuh, di sana mimpi tumbuh.
[Pre-Chorus]
Ada rindu yang pelan membasahi pipimu,
Setiap janji lama berkilau di kaca yang retak.
[Chorus]
Kenangan menunduk, namun hatimu tidak tutup rapat,
Kau mencari cahaya kecil di balik bayang-bayang masa muda.
Linda Badu Mantai, kau tidak sendiri dalam sepi itu,
Harapan menanti di ujung jalan yang belum kau jelaskan.
[Verse 2]
Kau berada di rumah lama, pintu berderit seperti bisik pelan,
Meja tua dengan foto-foto kusam, cerita yang tersimpan rapi.
Saku berdebu memuat surat-surat yang pernah kau tulis untuk hari esok,
Mengingatkanmu pada langkah-langkah kecil yang kau perjuangkan.
[Pre-Chorus]
Ada rindu yang pelan membasahi pipimu,
Setiap janji lama berkilau di kaca yang retak.
[Chorus]
Kenangan menunduk, namun hatimu tidak tutup rapat,
Kau mencari cahaya kecil di balik bayang-bayang masa muda.
Linda Badu Mantai, kau tidak sendiri dalam sepi itu,
Harapan menanti di ujung jalan yang belum kau jelaskan.
[Bridge]
Masa depanku berkilau di balik kabut waktu,
Kau tarik napas perlahan, biarkan luka menjadi pelajaran.
Langkah baru menanti di bawah matahari yang belum terbit,
Kau peluk masa kini sambil menatap mimpi yang lama.
[Chorus]
Kenangan menunduk, namun hatimu tidak tutup rapat,
Kau mencari cahaya kecil di balik bayang-bayang masa muda.
Linda Badu Mantai, kau tidak sendiri dalam sepi itu,
Harapan menanti di ujung jalan yang belum kau jelaskan.
[Outro]
Lampu kota redup, kau tersenyum pada diri sendiri,
Masa depan menunggu di balik pintu yang perlahan terbuka.