[Intro]
Cuit-cuit… siapa di balik lemari?
Bukan tikus biasa… ini tikus berdasi!
Hehehe…!
[Verse 1]
Datang malam pakai jas dan dasi,
Senyum manis, gaya berkelas tinggi,
Katanya demi rakyat negeri,
Tapi celengannya bunyi sendiri.
Meja rapat penuh hidangan,
Bicara rakyat penuh perhatian,
Begitu kamera mulai dimatikan,
Lho… kok amplop masuk ke saku kanan?
[Pre-Chorus]
Tikus kecil lari dikejar kucing,
Tikus elit malah naik mobil touring,
Tikus kecil makan sisa nasi,
Tikus elit pesta sambil bilang, “Ini cuma rezeki!”
[Chorus]
Hei, sang tikus elit!
Jangan sok paling bersih!
Kumis rapi, jas berkilau,
Tapi jejakmu bau!
Hei, sang tikus elit!
Kursimu empuk, rakyat menjerit!
Janji manis setiap pemilu,
Habis terpilih… lupa nomor pintu!
[Verse 2]
Pidato tinggi tentang keadilan,
Tapi proyek mampir ke kenalan,
Kalau rakyat bertanya transparan,
Jawabannya: “Masih dalam pemeriksaan.”
Gedung tinggi, lampu menyala,
Rakyat kecil meng
[Bridge]
Kamar rapat berdenting, waktu bersujud,
Selimut korupsi menutupi suara seruan,
Tikus-tikus berpesta di balik tirai plastik,
Senyum manis menyamarkan nyala alarm.
[Chorus]
Hei, sang tikus elit!
Jangan sok paling bersih!
Kumis rapi, jas berkilau,
Tapi jejakmu bau!
Hei, sang tikus elit!
Kursimu empuk, rakyat menjerit!
Janji manis setiap pemilu,
Habis terpilih… lupa nomor pintu!
[Outro]
Cuit-cuit… masih ada sidang tertunda,
Tik-tek hak rakyat, kita tetap berjaga,
Sampai malam menyingkap pintu rahasia,
Tikus berdasi pergi, rakyat tetap bersuara.