[Intro]
Di bawah langit yang sama, fajar menyapa Singkawang—jantung damai.
[Verse 1]
Kota kecil berdenyut dalam nada-nada lintas budaya, menari pelan di pagi yang hangat.
Lorong-lorong sejarah bergetar, jejak leluhur abadi menyeberang waktu.
Di sana, doa-danau sunyi berharmoni, saling menyapa tanpa kata yang memihak.
[Pre-Chorus]
Kita datang bersama, menyatukan cerita dengan benang persatuan.
[Chorus]
Harmoni seribu klenteng, satu langit untuk semua nama.
Gema doa berbeda, menyatu dalam kasih yang membahana.
Kebersamaan tumbuh di ladang budaya, gotong royong jadi nyala jiwa.
Dalam hati kita, lagukan damai untuk Singkawang.
[Verse 2]
Jiwa leluhur berbisik lewat angin pagi, mengajari kita menerima separuh dunia.
Kota ini pelita bagi yang datang, menebar pelajaran persaudaraan tanpa syarat.
Bayangan modernitas tak mengugurkan tradisi, melainkan menajamkan harmoni kita.
[Pre-Chorus]
Kita datang bersama, menyatukan cerita dengan benang persatuan.
[Chorus]
Harmoni seribu klenteng, satu langit untuk semua nama.
Gema doa berbeda, menyatu dalam kasih yang membahana.
Kebersamaan tumbuh di ladang budaya, gotong royong jadi nyala jiwa.
Dalam hati kita, lagukan damai untuk Singkawang.
[Bridge]
Langkah-langkah kita selaras, seperti sungai yang bertemu muara.
Tak ada yang tertinggal, semua warna memiliki tempatnya.
[Chorus]
Harmoni seribu klenteng, satu langit untuk semua nama.
Gema doa berbeda, menyatu dalam kasih yang membahana.
Kebersamaan tumbuh di ladang budaya, gotong royong jadi nyala jiwa.
Dalam hati kita, lagukan damai untuk Singkawang.
[Outro]
Fajar baru bangkit, kita berdiri tegar, satu cerita, satu doa.
Harmoni kita abadi, di bawah langit luas yang sama.