[Verse 1]
Matahari sedang sibuk mengeja bayangmu
Di antara sisa hujan yang enggan berlalu
Aku mencintaimu dengan cara yang paling sunyi
Seperti akar yang tak pernah berjanji pada bumi
[Pre-Chorus]
Tak perlu tergesa menjadi kata
Biarkan kita tetap jadi jeda
Di antara spasi yang rahasia...
[Chorus]
Mari pacaran dalam diam yang paling riuh
Membiarkan rindu jatuh satu per satu tanpa keluh
Seperti awan yang tak sempat menanyakan hujan
Kita berjalan tanpa perlu menuntut tujuan
Sederhana saja...
Sesederhana sore yang memudar warnanya.
[Verse 2]
Angin sore ini membawa kabar yang belum usai
Tentang pesan-pesan yang tak sanggup aku urai
Jangan jadi api, biarlah kau jadi kayu saja
Yang rela habis agar hangat tetap terjaga
[Bridge]
Kita adalah dua larik puisi yang belum tamat
Berbagi nafas di bawah langit yang kian pekat
Tak perlu jawaban, cukup ada...
Cukup kita yang saling membaca...
[Chorus Outro]
Mari pacaran dalam diam yang paling riuh
Membiarkan rindu jatuh satu per satu tanpa keluh
Sederhana saja...
Seperti caraku mencintaimu selembar kertas tua.