[Intro]
Langit senja memanggil namamu, Ratih
Di balik tembok istana, hati tidak tunduk
[Verse 1]
Rumah megah, tapi sunyi di balik kaca emas
Keluarga berkuasa, namun tanganmu ingin menolong saja
Mereka menescam kata, kau diam namun tidak hilang nyalimu
Berjalan pelan ke jalanan, membawa harapan untuk rakyat kecil
[Chorus]
Ratih, kau tetap teguh meski dunia menekan
Kebaikanmu berkilau, lebih kuat dari kekuasaan yang fana
Langkah kecilmu menggerakkan rasa, menumbuhkan kepercayaan
Hati yang terluka jadi cahaya bagi banyak insan
[Verse 2]
Dari balik tembok, kau dengar keluh para tetangga
Menyelipkan senyum, membagi doa ketika rasa lelah
Tak perlu bileh, kau pilih jalan yang jujur dan diam-diam beraksi
Ketenangan hatimu mengalahkan jerit lilin kekejaman
[Pre-Chorus]
Kau bertanya pada diri sendiri: apa arti kekuasaan kalau manusia tersakiti?
Jawabmu berbisik: kebenaran adalah ketika kau ada untuk sesama
[Chorus]
Ratih, kau tetap teguh meski dunia menekan
Kebaikanmu berkilau, lebih kuat dari kekuasaan yang fana
Langkah kecilmu menggerakkan rasa, menumbuhkan kepercayaan
Hati yang terluka jadi cahaya bagi banyak insan
[Bridge]
Di gelap istana, kau memilih terang tanpa mengubah harga diri
Bunga-bunga harapan tumbuh di halaman-halaman kecil kota
[Chorus]
Ratih, kau tetap teguh meski dunia menekan
Kebaikanmu berkilau, lebih kuat dari kekuasaan yang fana
Langkah kecilmu menggerakkan rasa, menumbuhkan kepercayaan
Hati yang terluka jadi cahaya bagi banyak insan
[Outro]
Biarkan nama Ratih mengajari kisah tanpa gengsi
Bahwa kebaikan tumbuh dari hati yang berani menolong sesama