[Intro]
Di bawah langit kerajaan, kisah terlarang mengikat dua hati
Bayu menari pelan membawa rahasia yang terlarang
[Verse 1]
Ksatria biasa menjaga sayap impian sang putri, tanpa harta, tanpa jabat
Namun kasihnya lebih besar dari mahkota, lebih hangat dari api istana
Mereka bertemu diam-diam di balik bayangan teratai yang redup
Cinta tumbuh seperti bintang kecil yang tak bisa bernapas terang
[Pre-Chorus]
Tapi raja berkata tidak ada, persetujuan kosong yang membekukan langkah
Perpisahan jadi pilihan, karena cinta tak bisa diizinkan memegang takhta
[Chorus]
Kasih terlarang, namun indah sekali
Mereka berdua menatap langit yang sama meski jarak memisahkan
Hati ksatria menahan air mata, menanti saat janji bisa bertemu lagi
Putri menunduk, merasakan beban hati yang tak bisa diungkapkan
[Verse 2]
Bulan berlalu, undangan pernikahan muncul di dagu malam
Putri memilih pengantin lain, pangeran dengan gaun mahkota megah
Ksatria hadir sebagai saksi, menatap pasangan yang bukan dirinya
Ia penjaga yang merawat sayapnya, namun tak bisa terbang bersamanya
[Pre-Chorus]
Ia menyimpan luka dalam senyum, menekan kerinduan ke dalam dada
[Chorus]
Kasih terlarang, namun indah sekali
Mereka berdua menatap langit yang sama meski jarak memisahkan
Hati ksatria menahan air mata, menanti saat janji bisa bertemu lagi
Putri menunduk, merasakan beban hati yang tak bisa diungkapkan
[Bridge]
Di perjalanan, putri melihat ksatria di ujung jalan
Kau sambut dengan senyum getir, meski hatiku berduka
Kau berkata kita tak bisa bersama, namun aku tetap di sisimu
[Chorus]
Kasih terlarang, namun indah sekali
Mereka berdua menatap langit yang sama meski jarak memisahkan
Hati ksatria menahan air mata, menanti saat janji bisa bertemu lagi
Putri menunduk, merasakan beban hati yang tak bisa diungkapkan
[Outro]
Raja meniadakan harapan dengan kata-kata yang menyesakkan
Tak bisa membahagiakan sang putri, namun cintamu tetap berbekas
Di antara keduanya, kehilangan menjadi pelabuhan terakhir