**(Verse 1)**
Jam terakhir selalu bikin malas
Kecuali saat mataku menatap ke luar kelas
Di bawah sana kau lagi tertawa
Ringan sekali, tanpa perlu pura-pura
Padahal di sini otaknya sudah mau pecah
Tapi kau datang jadi *distraksi* paling indah
Harusnya fokus ke papan tulis di depan
Malah melamunkan kau yang di luar jangkauan
**(Pre-Chorus)**
Kadang bingung ini beneran atau cuma *proyeksi*
Bentuk *disosiasi* dari sepinya hari-hari
Tapi tiap kau lewat, rasanya beda sendiri
**(Chorus)**
Aku cuma penonton dari jendela lantai dua
Suka sama kamu tapi tak pernah bilang apa-apa
Mungkin ini *parasosial*, aku bikin cerita sendiri
Kau yang jadi pemeran utama di kepala setiap hari
Tak apa kau tak tahu namaku siapa
Bisa liat senyummu aja, sudah cukup rasanya
**(Verse 2)**
Teman-temanku bilang aku ini aneh
Nungguin jam istirahat cuma buat liat kau lewat di lorong berteh
Ada *bias konfirmasi* yang sengaja kubikin
Seolah tatapan matamu tadi memang buat aku yang ngintip dari dingin
Padahal kalau dipikir-pikir lagi
Nyatanya kita ini *cognitive dissonance* yang nyata
Aku yang terlalu banyak takut
Dan kau yang terlalu jauh untuk digapai kata
**(Bridge)**
Gak berani dekat-dekat, takut *overwhelmed* sendiri
Jadilah kau *sublimasi* dari rasa sepi
Biar disimpan rapi di sudut hati
Biar jadi rahasia paling manis minggu ini
**(Chorus)**
Aku cuma penonton dari jendela lantai dua
Suka sama kamu tapi tak pernah bilang apa-apa
Mungkin ini *parasosial*, aku bikin cerita sendiri
Kau yang jadi pemeran utama di kepala setiap hari
Tak apa kau tak tahu namaku siapa
Bisa liat senyummu aja, sudah cukup rasanya
**(Outro)**
Bel pulang bunyi, kau jalan ke parkiran
Aku cuma bisa senyum sambil bereskan buku di meja
Sampai ketemu besok ya
Dari balik jendela yang sama.