.....
**[Verse 1]**
Kau datang tanpa suara
Seperti hujan yang lupa memberi tanda
Lalu menetap di kepalaku
Lebih lama dari yang seharusnya
Aku mulai terbiasa
Dengan namamu di setiap jeda
Dengan dua tangan yang mencari
Satu tangan yang selalu ada
Sampai suatu pagi
Kau menghilang begitu saja
Tak ada pertengkaran
Tak ada kata terakhir
Hanya sunyi yang mendadak punya nama
**[Pre-Chorus]**
Dan otakku terus bernegosiasi
Dengan kenyataan yang tak mau kupahami
Mencari kemungkinan dari kehilangan
Seolah logika bisa mengembalikanmu
**[Chorus]**
Kau pergi seperti mimpi
Yang hilang ketika mata terbuka
Aku masih mencoba memelukmu
Tapi yang tersisa hanya udara
Sial, kenapa kenangan
Lebih nyata daripada kenyataan?
Aku kehilanganmu sekali
Tapi mengingatmu setiap hari
**[Verse 2]**
Ada kursi yang masih kosong
Ada lagu yang tak lagi sanggup kudengar
Ada jalan yang sengaja kuhindari
Karena pernah kita lewati bersama
Aku menyebut ini proses
Agar kehilangan terdengar ilmiah
Padahal jauh di dalam kepala
Aku cuma manusia yang tidak rela
Mungkin ini attachment
Mungkin cuma ketergantungan
Atau ego yang belum menerima
Bahwa seseorang bisa pergi
Tanpa membawa separuh dunianya
**[Pre-Chorus]**
Aku mencoba merasionalisasi
Mengubah luka menjadi teori
Tapi tubuhku lebih jujur
Ia masih mencarimu di tempat-tempat sepi
**[Chorus]**
Kau pergi seperti mimpi
Yang hilang ketika mata terbuka
Aku masih mencoba memelukmu
Tapi yang tersisa hanya udara
Sial, kenapa kenangan
Lebih nyata daripada kenyataan?
Aku kehilanganmu sekali
Tapi mengingatmu setiap hari
**[Bridge]**
Kalau kau memang hanya sementara
Kenapa rasanya seperti kehilangan masa depan?
Kalau cinta hanya reaksi kimia
Kenapa tubuhku masih memanggil namamu?
Aku benci bahwa aku masih berharap
Pada sesuatu yang sudah selesai
Benci bahwa bagian paling bodoh dari diriku
Masih percaya kau akan kembali
Dan mungkin itu yang paling menyakitkan
Bukan karena kau pergi
Tapi karena setelah semua ini
Aku masih ingin k