**[Verse 1]**
Merah di kainnya, putih di upacaranya
Tapi kenapa tanahnya berbau busuk?
Di balik pidato tentang masa depan
Ada tangan gemuk menghitung bangkai rakyat
Kita dibesarkan oleh normalisasi
Menyebut kebusukan sebagai tradisi
Disonansi kognitif jadi sarapan pagi
Kita tahu ini salah, tapi pura-pura tak peduli
Di televisi mereka tersenyum
Di jalanan orang sibuk bertahan hidup
Sial, betapa lihainya negeri ini
Mengajarkan korban untuk menyalahkan korban
**[Pre-Chorus]**
Kita trauma, lalu terbiasa
Kita marah, lalu lupa
Kita muak, lalu tertawa
Sampai kebusukan terasa biasa
**[Chorus]**
Hei, tikus-tikus di balik meja
Berapa banyak yang harus kalian makan?
Negeri ini bukan lumbung pribadi
Sial, rakyat bukan angka laporan
Merah putih masih berkibar
Tapi siapa yang benar-benar merdeka?
Kalau hukum bisa dibeli
Lalu keadilan tinggal apa?
**[Verse 2]**
Ada maling yang masuk penjara
Ada maling yang masuk parlemen
Ada yang mencuri sekarung beras
Ada yang mencuri masa depan satu generasi
Kita menyebutnya sistem
Seolah sistem bukan buatan manusia
Kita menyebutnya keadaan
Seolah tak ada yang bertanggung jawab
Aku muak dengan moral yang selektif
Dengan empati yang punya tarif
Dengan manusia yang berteriak paling suci
Sambil menyembunyikan dosa di balik jabatan
**[Pre-Chorus]**
Ini bukan sekadar kemarahan
Ini akumulasi frustrasi
Represi yang terlalu lama
Akhirnya mencari jalan keluar sendiri
**[Chorus]**
Hei, tikus-tikus di balik meja
Berapa banyak yang harus kalian makan?
Negeri ini bukan lumbung pribadi
Sial, rakyat bukan angka laporan
Merah putih masih berkibar
Tapi siapa yang benar-benar merdeka?
Kalau hukum bisa dibeli
Lalu keadilan tinggal apa?
**[Bridge]**
Mungkin kita sudah mati rasa
Atau cuma terlalu lelah untuk peduli
Cognitive dissonance di dalam kepala
Membuat dosa terlihat seperti solusi
Fuck your excuses!
Fuck your polished speeches!
Kami bukan statistik
Bukan properti untuk ambisi
Jangan suruh kami bersabar
Ketik