[Intro]
Diri menapak lidah langit, doa mengudara pagi hingga senja
[Verse 1]
Keringat pagi menetes lembaran doa pada tanah
Melangkah tanpa henti, berharap rezeki bagi keluarga tercinta
Istri di rumah menanti dengan senyum penuh harap
Anak-anak kecil bertanya, “Ayah pulang kapan?”, kuyakinkan dengan langkah
[Pre-Chorus]
Walau langit berat di dada, kutegakkan tekadku di sini
Kata-kata lembut dari rumah jadi nyala di hati
[Chorus]
Inilah hidup yang kutempuh, tanpa ujung saat ini
Pagi hingga sore menabur berkat untuk mereka
Ku capai hari dengan doa, ya Tuhan, biarkan kami cukup
Biar tak ada luka di dalam rumah kecilku
[Verse 2]
Kamis, Jumat, matahari menua di balik layar kota
Tangan-tangan lain bekerja, aku melindungi satu persatu mimpi mereka
Setelah jam kerja, aku kembali di bisik senja rumah teras
Bukan untuk mewah, hanya cukup untuk kenyang dan bahagia bersama
[Pre-Chorus]
Kau menjaga kami dengan cahaya yang tenang di langit
Kau dengarkan setiap tawa dan keluh kesah
[Chorus]
Inilah hidup yang kutempuh, tanpa ujung saat ini
Pagi hingga sore menabur berkat untuk mereka
Ku capai hari dengan doa, ya Tuhan, biarkan kami cukup
Biar tak ada luka di dalam rumah kecilku
[Bridge]
Kalau letih datang bertamu, kuhembuskan doa lebih kuat
Kkalimat syukur jadi tambatan di dada yang rapuh
[Chorus]
Inilah hidup yang kutempuh, tanpa ujung saat ini
Pagi hingga sore menabur berkat untuk mereka
Ku capai hari dengan doa, ya Tuhan, biarkan kami cukup
Biar tak ada luka di dalam rumah kecilku
[Outro]
Pagi esok tetap kujalani, untuk istri dan anak-anak tercinta
Hingga senja terakhir, kuhapal harapan dalam tangan sendiri