[Intro]
Kilang hati berdebu, aku berjalan perlahan
Di bawah lampu kumuh, mimpi berkilau di sela-sela palu
[Verse 1]
Aku cuma anak tambang, mengajar diri sendiri cara bertahan
Menggali harapan dari tanah yang berat, menahan lapar, tetap bernafas
Menyimpan senyum di balik beban, menunggu fajar menyingkap gelap
Di setiap bongkahan batu, kutemukan jejak kerja keras yang kupelihara
[Pre-Chorus]
Jangan tanya apa yang kupunya, lihat bagaimana ku bertahan
Ya aku anak tambang, namun api di dada tetap menyala
[Chorus]
Kudiri hari demi hari, kubawa mimpi di telapak tangan
Maukah kau percaya, ada cahaya di ujung lorong panjang
Aku anak tambang, meski tanah membentuk gigiku, kupelihara harapan
Kuresapi setiap langkah, karena esok kan bersinar lebih terang
[Verse 2]
Waktu istirahat singkat, cerita tetangga jadi lagu penguat
Kau lihat luka di punggungku, aku lihat bintang di langit yang luas
Kudengar gemeretak batu, kuubah jadi nyanyian untuk keluarga
Kita merenda masa depan dari debu, tanpa menyerah pada nasib
[Pre-Chorus]
Kau mungkin tak lihat semua kerja kerasnya, tapi kupahami arti nyala
Ya aku anak tambang, bukan sekedar label di nama
[Chorus]
Kudiri hari demi hari, kubawa mimpi di telapak tangan
Maukah kau percaya, ada cahaya di ujung lorong panjang
Aku anak tambang, meski tanah membentuk gigiku, kupelihara harapan
Kuresapi setiap langkah, karena esok kan bersinar lebih terang
[Bridge]
Di balik malam yang sepi, ada doa yang kupanjatkan
Bahwa keadilan menanti, dan kita tak sendiri berjalan
[Chorus]
Kudiri hari demi hari, kubawa mimpi di telapak tangan
Maukah kau percaya, ada cahaya di ujung lorong panjang
Aku anak tambang, meski tanah membentuk gigiku, kupelihara harapan
Kuresapi setiap langkah, karena esok kan bersinar lebih terang
[Outro]
Nanti kita pulang dengan tangan penuh cahaya
Kita anak tambang, tapi tetap berdiri, menatap pagi yang baru