[Intro]
Kertas catatan terbuka, layar kosong menunggu sinar pagi
Bingkai harapan retak, isu-isu kecil jadi badai hari
[Verse 1]
Ponselku diam, seperti kehilangan kata-kata yang biasa kubilang
Foto, pesan, janji-janji—semuanya terdampar di tepi layar yang kelabu
Rutinitas tertunda, alarm tak lagi membangunkan pagi
Mereka bilang ganti, tapi hati tetap menakar biaya dari hati
[Chorus]
Kau hilang, wajar ku merasa rapuh
Tapi langkahku maju meski layar retak membias lampu
Aku akan perbaiki jalan yang tercecer di otak dan dada
Sampai kembali irama hari, meski ada skip-skip yang sengaja kubiarkan
[Verse 2]
Kuasai waktu tanpa notifikasi, aku ulangi rutinitas satu per satu
Menulis jadwal di buku, mengalir pelan tanpa klik klik yang dulu ada
Kamera jadi sekadar kenangan, kontak jadi ancang-ancang menyusun ulang
Harapan menguat: ada tukang service, ada kata “diamond” dari harapan yang menenangkan
[Pre-Chorus]
Langkah kecil di atas lantai keruh, aku menata ulang prioritas
Semuanya terasa lama, namun otakku tetap menatap pagi dengan sabar
[Chorus]
Kau hilang, wajar ku merasa rapuh
Tapi langkahku maju meski layar retak membias lampu
Aku akan perbaiki jalan yang tercecer di otak dan dada
Sampai kembali irama hari, meski ada skip-skip yang sengaja kubiarkan
[Bridge]
Di tangan, kertas dan pena jadi ganti layar
Di dada, harapan tumbuh ketika langkah terasa pasti
Mungkin bukan tanpa ruginya, tapi ada cara untuk bangkit
[Chorus]
Kau hilang, wajar ku merasa rapuh
Tapi langkahku maju meski layar retak membias lampu
Aku akan perbaiki jalan yang tercecer di otak dan dada
Sampai kembali irama hari, meski ada skip-skip yang sengaja kubiarkan
[Outro]
Akan kutemukan balik ritme hidupku, sedikit luka, banyak belajar
Pada akhirnya, perangkat bisa benar, tapi kekuatanku tetap lebih nyata