[Intro]
Di bawah bentangan cakrawala yang kelam
Jiwa-jiwa melangkah dalam sunyi malam
Menghadapi upadrawa yang datang menghujam
Memaksa asa runtuh dan tenggelam
[Verse 1]
Batin tidak sudi menyerah kalah
Raga letih dan langkah memar berdarah
Dari getirnya perjuangan yang tak pernah menyala murah
Lahir wirya dan kekuatan yang tak kunjung punah
[Chorus]
Setiap peluh adalah doa yang mengangkasa
Menolak tunduk pada nestapa dan marabahaya
Sebab di balik badai yang merajai semesta
Akan lahir arunika baru yang membawa jaya
[Verse 2]
Selalu menapak lewat sunyi, menahan getir
Menyulam harapan di dada yang rapuh namun mantap
Langkah-langkah kami menembus kegelapan menuju fajar
Di setiap langkah, jiwa tumbuh lebih terang
[Chorus]
Setiap peluh adalah doa yang mengangkasa
Menolak tunduk pada nestapa dan marabahaya
Sebab di balik badai yang merajai semesta
Akan lahir arunika baru yang membawa jaya
[Bridge]
Badai berseok di langit, tapi semesta tidak padam
Cahaya kecil pada akhirnya akan menjadi nyala besar
[Chorus]
Setiap peluh adalah doa yang mengangkasa
Menolak tunduk pada nestapa dan marabahaya
Sebab di balik badai yang merajai semesta
Akan lahir arunika baru yang membawa jaya
[Outro]
Arunika itu lahir, menari di atas langit malam
Jiwa-jiwa berdiri tegar, menatap pagi yang dinanti