[Intro]
Dingin malam menekan dada, hening tanpa suara
Langit kelabu menatapku, aku terpekur sendiri
[Verse 1]
Alasan pergi terucap pelan di benakku
Logika bilang: langkahmu jauhkan diri
Tetapi senyuman singgah di bibirku, menahan langkah
Hati terguncang, luka lama kembali mengurai
[Pre-Chorus]
Sadar memang kau bukan pilihan lagi
Namun rasa tak mau padam, mengusik nidja malam
[Chorus]
Hati terasa sakit namun terus mencintai
Perasaan ingin berhenti namun tidak bisa berhenti
Antara benci dan merindu, bayanganmu mengalahkan logika
Kenyataan pahit: cinta yang juga tidak dusta
[Verse 2]
Bayangan orang tercinta hadir di ujung mata
Mengapa kau tak pernah pergi meski ku terluka berulang
Kau hadir, menggoda sunyi dengan senyum getir
Aku berusaha menarik napas dalam-dalam
[Pre-Chorus]
Sadar memang kau bukan pilihan lagi
Namun rasa tak mau padam, mengusik nidja malam
[Chorus]
Hati terasa sakit namun terus mencintai
Perasaan ingin berhenti namun tidak bisa
Antara benci dan merindu, bayanganmu tetap hidup di dada
Kenyataan pahit: cinta yang juga tidak dusta
[Bridge]
Logika mencoba menenangkan, berkata berhenti kini
Rasa menyalakan api kecil, membakar alasan yang pergi
Tapi setiap lanjut langkah, kau kembali menari di ingatan
[Chorus]
Hati terasa sakit namun terus mencintai
Perasaan ingin berhenti namun tidak bisa
Antara benci dan merindu, bayanganmu menguasai dada
Kenyataan pahit: cinta yang juga tidak dusta
[Outro]
Saat malam mengendur, aku terjebak pada dua kata
Cinta yang luka, tetap hidup walau kau jauh di mata