[Intro]
Langit senyap, hati berbisik pelan
Menyimak luka hidup yang tak terbilang
[Verse 1]
Kau tahu, aku berjalan di antara kaca-kaca kota
Menimbang harga diri yang tak bisa dipakai berulang-ulang
Tubuh berubah bentuk, harta bisa hilang dalam gelap
Tapi kejujuran tetap satu, tak bisa ditukar waktu
[Pre-Chorus]
Ku cari kebenaran di balik topeng yang kau pakai
Kau bilang semua demi rasa, namun hampa tetap menunggu
[Chorus]
Ketulusan langka, berharga seperti air di gurun
Tak bisa diperdagangkan, tak bisa dibeli murah
Hanya tumbuh dalam nyali yang tak pernah melukai diri sendiri
Sejati datang sekali, lalu pergi membawa cahaya
[Verse 2]
Aku pelajari mata yang melihat tanpa menyimpan dusta
Rasa yang menahan ego, menerima sakit demi kebenaran
Fisik bisa berubah, materi bisa menguap seperti asap
Kejujuran adalah rumah yang tak bisa dibongkar waktu
[Pre-Chorus]
Di balik senyum palsu, ada jejak yang menyalakan harapan
Kebenaran menuntun langkah, meski jalan terasa asing
[Chorus]
Ketulusan langka, berharga seperti air di gurun
Tak bisa diperdagangkan, tak bisa dibeli murah
Hanya tumbuh dalam nyali yang tak pernah melukai diri sendiri
Sejati datang sekali, lalu pergi membawa cahaya
[Bridge]
Jika kau bertanya apa yang tersisa, kujawab tanpa ragu
Tak ada kunci di saku, hanya keikhlasan yang menunggu
[Chorus]
Ketulusan langka, berharga seperti air di gurun
Tak bisa diperdagangkan, tak bisa dibeli murah
Hanya tumbuh dalam nyali yang tak pernah melukai diri sendiri
Sejati datang sekali, lalu pergi membawa cahaya
[Outro]
Di ujung jalan, sunyi pun bersinar terang
Kejujuran menuntun, meski semua berubah di layar waktu