(Intro)
Yeah…
Lampu kota nyala tapi isi dompet redup
Katanya maju, tapi rakyat masih merunduk
(Verse 1)
Janji manis tiap musim kampanye datang
Baliho gede, senyum lebar kayak pahlawan
Tapi habis menang, kursi jadi singgasana
Rakyat cuma angka di laporan tahunan
Harga naik pelan tapi pasti mencekik
Pidato panjang tapi solusi masih tipis
Rapat demi rapat katanya demi negeri
Tapi yang kenyang malah meja sendiri
(Pre-Chorus)
Katanya dengar suara rakyat di jalan
Tapi telinga sibuk hitung anggaran
(Chorus)
Mic panas, beat keras, suara gue tembus
Kritik tajam, kata jujur gak bisa dibungkus
Kalau kursi cuma buat cari aman
Jangan heran kalau rakyat mulai melawan
Mic panas, bass hantam, drum berdentam
Suara jalanan gak bisa lagi direm
Kalau janji cuma jadi hiasan
Lebih baik mic ini yang jadi pengadilan
(Verse 2)
Katanya transparan tapi data disensor
Katanya bersih tapi kasus masih bocor
Rakyat kerja keras dari pagi sampai malam
Yang duduk santai malah paling dalam
Proyek besar, angka triliun melayang
Katanya buat rakyat tapi rakyat cuma bayang
Di layar berita semua terlihat indah
Di gang sempit hidup masih susah
(Bridge)
Ini bukan benci, ini cuma pengingat
Kuasanya pinjaman, bukan hak mutlak
(Chorus)
Mic panas, beat keras, suara gue tembus
Kritik tajam, kata jujur gak bisa dibungkus
Kalau kursi cuma buat cari aman
Jangan heran kalau rakyat mulai melawan
(Outro)
Drum masih hantam, bass masih berat
Selama janji kosong, kritik gak akan sekarat.