[Intro]
Tiwi dan Shari ngumpul di kamar, malas menyerang pagi
Koran gosong, handphone nyala, mandi? ah biarin aja dulu
[Verse 1]
Tiwi bilang, “airnya dingin, nyali ikut kabur”
Shari nyengir, “sabun seperti misi, kita takut gagal bersih”
Kedinginan kamar bikin hidung bergumam, “bau badan?”
Mereka tertawa, menunda, menunda, sampai akhirnya terhitung detik terlambat
[Pre-Chorus]
Namun bau itu seperti temannya sendiri, menggelitik hidung
Mereka cuma manusia, malas tetap melingkupi hati
[Chorus]
Ayo mandi, oh ayo mandi, ayo mandi biar lega
Bau badan bikin kita berteman dengan udara yang lebih pahit
Sikat gigi siap menanti, air mengundang dengan senyum tipis
Shari dan Tiwi tertawa, “malam ini kita bersih, sebagai prank lucu!”
[Verse 2]
Tiwi mengeluarkan ember canda, “mari kita uji keberanian sabun pertama”
Shari merapat, “kalau kita rendam, aroma balada akan jadi legenda”
Kita semua tahu, malasnya hilang saat bau tak lagi menggoda
Mereka akhirnya nyalakan kran, tertawa karena keberanian yang kecil
[Pre-Chorus]
Bau yang dulu bikin geli kini jadi bahan gurau
Dua sahabat, motor humor yang bikin senyum tumbuh
[Chorus]
Ayo mandi, oh ayo mandi, ayo mandi biar lega
Bau badan bikin kita berteman dengan udara yang lebih pahit
Sikat gigi siap menanti, air mengundang dengan senyum tipis
Shari dan Tiwi tertawa, “malam ini kita bersih, sebagai prank lucu!”
[Bridge]
“Kalau bau balik, kita balik lagi ke kamar?”
Tak tertahan, mereka tertawa keras, air menari di kepala
[Chorus]
Ayo mandi, oh ayo mandi, ayo mandi biar lega
Bau badan hilang, kita bisa jadi duo sahabat ceria
Sikat gigi siap menanti, air mengundang dengan senyum tipis
Shari dan Tiwi menutup dengan pelukan, mandi jadi cerita yang lucu
[Outro]
Malam pun tenang, kamar bergetar tawa yang ringan
Malas pun menghilang, tergantikan oleh kebersihan yang manis