[Verse 1]
Bertahun berjalan, tangan saling menggenggam sunyi
Kami makin lelah menunggu cahaya dari langit alammu
Setiap doa terucap seperti bisik lembut di malam sunyi
Menapaki badai sabar, bersama meniti waktu berdua
[Chorus]
Ya Tuhan, kami percaya pada jalan-Mu yang tak terlihat
Meski hati sering teriris sumpah tentang mandulnya musim kami
Berjuang menikmati detik sederhana, berharap hadirnya titipan-Mu
Kami tetap dekat, menanti keajaiban dalam kasih-Mu
[Verse 2]
Dari pintu rumah, kami belajar bertumbuh dalam doa
Menerima kenyataan, pasrah meski lara bersuara
Kata orang tak memahami, kami hanya menunduk dan bersyukur
Karena cinta kami lebih dari sekadar langkah dunia
[Chorus]
Ya Tuhan, kami percaya pada jalan-Mu yang tak terlihat
Meski hati sering teriris sumpah tentang mandulnya musim kami
Berjuang menikmati detik sederhana, berharap hadirnya titipan-Mu
Kami tetap dekat, menanti keajaiban dalam kasih-Mu
[Bridge]
Tak janji cahaya melulu, namun kami punya harap yang lembut
Bersama dalam doa, kami rela menanti dengan sabar
Jika titipan-Mu suatu hari datang, kami akan menamainya bahwa
Kami pasangan suami istri, diberi amanah cinta yang baru
[Chorus]
Ya Tuhan, kami percaya pada jalan-Mu yang tak terlihat
Meski hati sering teriris sumpah tentang mandulnya musim kami
Berjuang menikmati detik sederhana, berharap hadirnya titipan-Mu
Kami tetap dekat, menanti keajaiban dalam kasih-Mu
[Outro]
Jika hari itu tiba, kami akan bersyukur dalam senyum dan doa
Bahwa kasih-Mu cukup untuk kami, untuk keluarga yang Engkau titipkan