[Intro]
Di bawah remang kota, langkahku pelan
Kau menunggu di balik kelambu senja yang pudar
[Verse 1]
Cinta kita luka, tapi hati tetap menyalakan harapan
Kau bisikkan maaf, aku menahan air mata yang tak terucap
Jejak kita di lantai kamar bergetar pelan, mengajari kita bertahan
Namamu terukir di rongga dadaku, namun rasanya masih rapuh
[Pre-Chorus]
Jika cinta bisa sembuh, biarkan aku jadi obatnya
Jangan biarkan kita tenggelam dalam diam yang kelabu
[Chorus]
Cinta yang terluka, masih menunggu cahaya di matamu
Kau dan aku, mencoba menata hari yang rapuh kembali utuh
Berjalan bersama, langkah-langkah kita perlahan menyatu
Walau luka masih ada, kita pilih untuk terus mendewasa
[Verse 2]
Lembaran-lembaran cerita kita penuh retak halus
Tapi senyummu tetap jadi teka-teki yang kurapikan perlahan
Kau genggam tanganku, bilang kita bisa melalui badai
Aku percaya, meski getir, karena cinta kita masih membara
[Pre-Chorus]
Kalau luka jadi jalan, kita peluk rapuhnya bersama
Biarkan waktu menghapus jejak air mata di pipi kita
[Chorus]
Cinta yang terluka, masih menunggu cahaya di matamu
Kau dan aku, mencoba menata hari yang rapuh kembali utuh
Berjalan bersama, langkah-langkah kita perlahan menyatu
Walau luka masih ada, kita pilih untuk terus mendewasa
[Bridge]
Tak perlu kita lari dari luka, biarkan ia jadi pelajaran
Dalam tiap nafas, kita temukan alasan untuk bertahan
[Chorus]
Cinta yang terluka, masih menunggu cahaya di matamu
Kau dan aku, mencoba menata hari yang rapuh kembali utuh
Berjalan bersama, langkah-langkah kita perlahan menyatu
Walau luka masih ada, kita pilih untuk terus mendewasa
[Outro]
Di akhir hari, kita mengikat janji lama dengan senyum baru
Cinta yang terluka, kini tumbuh dengan sabar dan harap baru