[Intro]
Malam menimbang langkahnya, cermin berbisik pelan
Kota berbisik tentang namanya, Yongke yang mengambang
[Verse 1]
Di balik topi berkilau dan senyum yang terukur
Ada luka yang terpendam, pilih diam sebagai penawar
Kaya mengisi rumah, tetapi kosong di dalam dada
Kau hitung harta seperti hitungan doa yang tak pernah jadi nyata
[Pre-Chorus]
Identitasmu seperti bayangan di kaca mobil mewah
Muncul setiap pagi, lalu menghilang saat matahari tenggelam
[Chorus]
Si Yongke yang terus mencari wajahnya sendiri
Di antara kilau uang, suara hati terjebak sunyi
Tak ada etalase untuk rasa yang terpendam
Kau menimbang damai orang lain dengan harga diri
[Verse 2]
Kau lihat senyum tetangga sebagai spektrum ukuran
Bahwa kekayaan berarti aman, berarti hak atas nyawa
Tapi langkahmu menoreh pada jalan yang sama berulang
Orang sekitar terikat, tapi tak pernah mendengar namanya
[Pre-Chorus]
Kau tanya siapa dirimu di balik panggung gemerlap
Jawabannya terbungkus rumah tangga yang terjaga rahasia
[Chorus]
Si Yongke yang terus mencari wajahnya sendiri
Di antara kilau uang, suara hati terjebak sunyi
Tak ada etalase untuk rasa yang terpendam
Kau menimbang damai orang lain dengan harga diri
[Bridge]
Masyarakat menilai lewat kaca-kaca gedung tinggi
Padahal cahaya bukan milik satu orang saja
Biarkan Yesus, Tuhan, atau filsuf mengajar kita empati
Bahwa kekayaan bukan ukuran manusia bersih
[Chorus]
Si Yongke yang terus mencari wajahnya sendiri
Di antara kilau uang, suara hati terjebak sunyi
Tak ada etalase untuk rasa yang terpendam
Kau menimbang damai orang lain dengan harga diri
[Outro]
Sampaikan pada malam bahwa kita tetap manusia
Bahwa identitas bukan pajak yang bisa ditukar
Mereka yang terpinggirkan tetap menunggu kata sebenar
Akan ada hari kita melihat diri kita tanpa topeng