[Intro]
(Petikan gitar akustik perlahan, dentingan piano pilu)
(Ooh... Hassan... Ooh... Hussein...)
Maafkan ayah, duhai sayang,
Air mata menitis diam...
[Verse 1]
Dua nama mulia warisan Rasul tercinta,
Hassan dan Hussein, cahaya syurga nan indah.
Kalian pergi bersama, kembali pada Yang Esa,
Tinggalkan kami tenggelam dalam lautan luka.
[Verse 2]
Buatmu isteriku, jiwa remuk tersayat,
Maafkan abang, biar kau sendiri menitiskan air mata.
Kala duniamu runtuh di malam pekat,
Abang terasa pedih, tak mampu menenangkan gelisahmu yang pekat.
[Pre-Chorus]
Kau mendakap jasad rapuh tanpa pelukanku,
Kau menangis sunyi, air mata tak berlagu,
Wanita hebat, terpaksa tabah bertarung,
Menanggung beban kehilangan tanpa abang di sampingmu mendukung.
[Chorus]
Hassan dan Hussein, pahlawan kecil ayah dan bonda,
Membesarlah bahagia di taman syurga,
Doakan untuk kami, agar hati kembali pulih,
Hingga bersatu semula di dunia abadi nan kukuh.
[Verse 3]
Maaf segala salahku, kekurangan yang membelenggu,
Tak terdaya hadir menenangkan wajah lesumu,
Saat rahimmu sunyi, air matamu tak tenggelam,
Kau lalui badai ini sendirian, janji damai abang hilang dalam kelam.
[Pre-Chorus]
Kau mendakap jasad rapuh tanpa pelukanku,
Kau menangis sunyi, air mata tak berlagu,
Wanita hebat, terpaksa tabah bertarung,
Menanggung beban kehilangan tanpa abang di sampingmu mendukung.
[Chorus]
Hassan dan Hussein, wira kecil ayah dan bonda,
Berlarilah riang di taman syurga,
Titipkan doa untuk kami yang luka,
Agar tersusun hati bertemu semula di alam baka.
[Outro]
Tidurlah, anakku, dalam dakapan malaikat yang suci,
Tabahlah, isteriku, berselimut sabar dan reda abadi.
Jarak ini memisahkan tubuh di dunia fana,
Namun syurga pasti menyatukan kita semula.
(Ooh... Hassan... Ooh... Hussein...)
Kita akan bertemu lagi,
Dalam keabadian,
Dalam pelukan Ilahi.