[Intro]
Di balik telinga, dunia berbisik pelan
Nada-nada kecil menari di ruangan sunyi
[Verse 1]
Aku berjalan, telinga menyiapkan catatan
Kolong-kolong suara: derap langkah, detak jam, napas kota
Ada yang lirih, ada yang keras, semua seperti mantra tanpa judul
Kenyataan sehari-hari berkumandang dalam ritme sederhana
[Pre-Chorus]
Aku mendengar dunia mengajar dengan bisikannya
Setiap suara menyapa seperti teman lama
[Chorus]
Kau bilang aku mendengar terlalu banyak, mungkin ya
Tapi aku hanya ingin memahami suara yang ada di sekitar
Di tiap desah dan lonceng pagi, ku simak kisahnya
Sampai kenyataan terasa seperti lagu yang menenangkan
[Verse 2]
Kau dengar namaku disebut dalam angin yang lewat
Kamar ini jadi studio kecil untuk curhat tanpa kata-kata
Suara-suaraku sendiri jadi pelatih kesabaran
Menyusun hari jadi nada-nada sederhana pada kanvas sunyi
[Pre-Chorus]
Aku terus mendengar, meski terkadang hampa
Kata-kata berjatuhan seperti daun yang lalu
[Chorus]
Kau bilang aku mendengar terlalu banyak, mungkin ya
Tapi aku hanya ingin memahami suara yang ada di sekitar
Di tiap desah dan lonceng pagi, ku simak kisahnya
Sampai kenyataan terasa seperti lagu yang menenangkan
[Bridge]
Sesekali aku menutup telinga, mencari jeda yang tenang
Namun suara itu datang lagi, mengajari aku cara meresap hidup
[Chorus]
Kau bilang aku mendengar terlalu banyak, mungkin ya
Tapi aku hanya ingin memahami suara yang ada di sekitar
Di tiap desah dan lonceng pagi, ku simak kisahnya
Sampai kenyataan terasa seperti lagu yang menenangkan
[Outro]
Dan saat malam menenun gelap di telinga
Aku tetap mendengar, tetap mencoba mengerti