[Intro]
Di tepi sungai, angin menyapa dengan bisik berani
Kaki menapak di tanah leluhur, menyalakan nyala tekad baja
[Verse 1]
Dia lelaki pemberani, langkahnya berat namun lurus
Putus asa bukan teman, harapan jadi nisbah perjuangan
Rintik hujan menari di wajahnya, luka kecil jadi pelajaran
Ia genggam janji di dadanya, menatap jauh ke depan
[Pre-Chorus]
Tak ada kata menyerah, meski badai menggigit-ngigit nyali
Kita lihat bagaimana dia bertahan, tidak lagi sendiri
[Chorus]
Baja di dadanya, nyala di matanya
Ia berjalan menantang malam, menjemput fajar baru
Takkan mundur, takkan ragu, tekadnya berkelindan
Menggapai mimpi dengan tangan terlatih menahan duka
[Verse 2]
Tantangan datang silih berganti seperti gelombang nelayan
Dia membangun benteng dari doa, baja di hati tak retak
Penat menempel di bahu, tapi semangat tidak remuk
Setiap langkah adalah cerita, setiap napas adalah sumpah
[Pre-Chorus]
Tak ada kata menyerah, meski badai menggigit-ngigit nyali
Kita lihat bagaimana dia bertahan, tidak lagi sendiri
[Chorus]
Baja di dadanya, nyala di matanya
Ia berjalan menantang malam, menjemput fajar baru
Takkan mundur, takkan ragu, tekadnya berkelindan
Menggapai mimpi dengan tangan terlatih menahan duka
[Bridge]
Di balik senyumnya tersembunyi medan perang tanpa suara
Ia terus bangun, karena setiap pagi adalah kemenangan kecil
[Chorus]
Baja di dadanya, nyala di matanya
Ia berjalan menantang malam, menjemput fajar baru
Takkan mundur, takkan ragu, tekadnya berkelindan
Menggapai mimpi dengan tangan terlatih menahan duka
[Outro]
Satu langkah lagi, kisah ini jadi milik kita semua
Lelaki pemberani, tekad baja, cerita yang abadi