[Intro]
Petikan gitar akustik yang lambat dan sunyi, memberi kesan malam yang sepi
[Verse 1]
Langkah kaki menyeret lelah yang teramat
Menyusuri jalanan, merengkuh takdir yang berat
Di ambang pintu, ku basuh peluh di dahi
Kupakai topeng terkuat, menyapa belahan hati
Senyum anak dan istri menyambutku hangat
Menyembunyikan retak jiwa yang kian menyengat
[Verse 2]
Namun malam datang, sepi mulai menghakimi
Ketika mereka terlelap, ku terjaga sendiri
Ditemani pekat segelas kopi hitam yang pekat
Dan sebatang rokok yang membakar risau begitu erat
Pikiran melayang, menatap langit-langit kamar
Ke mana lagi kaki ini harus mencari pilar?
[Chorus]
Aku lelah... tapi haram untuk menyerah
Aku lemah... tapi pantang untuk tumbang
Beban ini menghimpit, malam kian mencekam
Namun senyum mereka adalah lentera di kala kelam
[Bridge]
Biar keringat berbaur darah dalam sunyi
Biar doa dan air mata menjadi saksi berani
Takkan pernah berhenti langkah kaki ini berjuang
Kecuali napas berhenti, dan Tuhan memanggilku
[Chorus]
Aku lelah... tapi haram untuk menyerah
Aku lemah... tapi pantang untuk tumbang
Beban ini menghimpit, malam kian mencekam
Namun senyum mereka adalah lentera di kala kelam
[Outro]
Kecuali napas berhenti, dan Tuhan memanggilku