[Intro]
Di antara gelap dan fajar, kita hitung kata yang hilang
[Verse 1]
Kita bertengkar setiap malam, seperti hujan di jendela kaca
Malam merintih, kau pergi tanpa kata, aku tinggal menatap luka
Suaraku tenggelam di bisingnya debu, kau ucap janji yang sama lagi
Dan kupercaya meski hati tak tenang, sebab janji itu terbentang di langit tipis
[Pre-Chorus]
Kau datang dengan senyum kosong, mengubah nada menjadi alamat pucat
Aku menahan lelah, berharap perubahan yang tak pernah datang
[Chorus]
Mengapa kau pergi saat aku minta kehadiranmu
Janji yang kau bilang terlalu ringan untuk ditimbang
Kau wujudkan jarak, aku tetap di ujung harap
Kau memilih pergi, aku tetap menuruti sunyi yang kau tinggalkan
[Verse 2]
Kau tak pernah benar-benar peduli saat ku bicara, suara tercedera di ujung lidah
Kau memantik jarak lagi, aku menanam rindu di kebun sunyi
Ketika pagi menjelang, reda seperti ombak yang mereda, aku berharap kau kembali
[Pre-Chorus]
Tangan kita hampir bersentuh, tapi jarak membentang seperti tembok kaca
Kau diam, aku terluka, tapi kupeluk jejak yang tersisa
[Chorus]
Mengapa kau pergi saat aku minta kehadiranmu
Janji yang kau bilang terlalu ringan untuk ditimbang
Kau wujudkan jarak, aku tetap di ujung harap
Kau memilih pergi, aku tetap menuruti sunyi yang kau tinggalkan
[Bridge]
Pagi datang membawa bisik tentang pelajaran dari air mata
Aku mencoba berdiri, meski langkah tremor menahan dada
Jika kau ingin pergi, biarkan aku belajar hidup dengan sendiri
[Chorus]
Mengapa kau pergi saat aku minta kehadiranmu
Janji yang kau bilang terlalu ringan untuk ditimbang
Kau wujudkan jarak, aku tetap di ujung harap
Kau memilih pergi, aku tetap menuruti sunyi yang kau tinggalkan
[Outro]
Malam menulis namamu pada dinding yang retak, dan aku menakar luka yang lama
Kau memilih pergi, dan pagi tetap menunggu kita di ujung jalan yang berbeda