[Intro]
Ambulan senja mengalun perlahan
Di medan perang sunyi, angin membawa rinduku
[Verse 1]
Aku berdiri di tanah yang kacau, nyala kabut di langkahku
Namamu terukir di saku suratku, namun hatiku terikat pada tugas negara
Kau pergi ke kota lain, kau peluk bayangan orang lain
Sementara perang memanggilku, aku menjawab dengan diam yang panjang
[Chorus]
Kau adalah rumahku yang terlepas, aku berdiri di tepi jurang rindu
Ketika peluru berdesir, kuhitamkan namamu di langit malam
Kehormatan menuntun langkahku, meski cintaku tertinggal di belakang
Di setiap gemuruh, aku mendengar bisikmu, 'bertahanlah, sayang'
[Verse 2]
Kembali ke lamunan, kita tertawa di teras belakang rumah usang
Anak-anak bermain di halaman, kita berjanji akan pulang bersama
Tapi bumi berguncang, janji itu retak perlahan
Sekilas pandang kilat di matamu, kau menunduk dan memilih untuk pergi
[Pre-Chorus]
Di sunyi malam, aku menghitung napas, menghitung detik yang hilang
Bayanganmu jadi kompasku, meski hati ingin curhat pada bintang
[Chorus]
Kau adalah rumahku yang terlepas, aku berdiri di tepi jurang rindu
Ketika peluru berdesir, kuhitamkan namamu di langit malam
Kehormatan menuntun langkahku, meski cintaku tertinggal di belakang
Di setiap gemuruh, aku mendengar bisikmu, 'bertahanlah, sayang'
[Bridge]
Seandainya waktu bisa memutar, aku ingin kau di sampingku lagi
Namun janji negara menuntut kita mengerti: mencintai dengan jiwa yang setia
[Chorus]
Kau adalah rumahku yang terlepas, aku berdiri di tepi jurang rindu
Ketika peluru berdesir, kuhitamkan namamu di langit malam
Kehormatan menuntun langkahku, meski cintaku tertinggal di belakang
Di setiap gemuruh, aku mendengar bisikmu, 'bertahanlah, sayang'
[Outro]
Desisan perang perlahan meredam rindu, aku tetap menyimpanmu dalam dada
Sampai panggilan pulang menjemputku, di mana kau menanti dengan senyum kustigma