[Intro]
Hujan di jendela, aku sendiri menunggu jawaban
Semua kata yang kau ucapkan terasa tipis bagai asap
[A Verse 1]
Kau bilang kau mengerti, tapi langkahmu menghilang di balik pintu
Janji-janji itu seperti asap, hilang saat aku nyalakan rindu
[A Verse 2]
Kau datang dengan senyum tipis, lalu pergi tanpa menoleh lagi
Aku menakar kecewa di antara kata yang kau tunda-tunda
[Pre-Chorus]
Aku capek menunggu bagianmu, sedetik saja kau berubah
Tapi kau tetap diam, seperti tak pernah ada di sini
[Chorus]
Kuakitkan larut malam untukmu, tapi kau tetap tidak sudi mendengar
Kau tinggal genggam tutup mulutku dengan alasan kosong
Ku menagih kau jujur, tapi kau tutup pintu dengan senyum pahit
Saat ku dekat, kau jauh, dan aku sendiri menahan air mata
[Verse 3]
Aku mencoba lari dari bayanganmu, tapi bayangan itu menunggu di ujung jalan
Kau torehkan luka di kepala cinta, tapi kau malah senyum seakan tidak apa-apa
[Bridge]
Kalau kau tak bisa jadi nyata, biarkan aku pergi perlahan
Tak perlu lagi alasan, biarkan aku mencari terang di luar sana
[Chorus]
Kuakitkan larut malam untukmu, tapi kau tetap tidak sudi mendengar
Kau tinggal genggam tutup mulutku dengan alasan kosong
Ku menagih kau jujur, tapi kau tutup pintu dengan senyum pahit
Saat ku dekat, kau jauh, dan aku sendiri menahan air mata
[Outro]
Jangan kau paksa hati ini bertahan jika kau tak ingin merawatnya
Selamat tinggal pada gimnastik kata-kata kosong yang kau buat