[Intro]
Raihan senja menunggu di balik jendela,
Bayangmu datang lewat kilau sunyi.
[Verse 1]
Rindu ini menambat di dada, berat seperti batu halus,
Aku menimbang janji yang kau ucapkan dari kejauhan.
Setiap detik adalah langkah yang kau pakai pulang, meski kau di sana, di luar sana.
[Chorus]
Aku menunggu kepastian cinta yang kau tulis di langit,
Dalam jarak yang memeluk erat antara kita berdua.
Jika kau datang, ku tahu rasa itu bertaut tanpa ragu, tanpa halang.
Hanya kau yang cukup untuk menenangkan malamku.
[Verse 2]
Bayangan kekasih yang dinantikan menari di dinding kamar,
Senyum tipismu jadi kompas, menuntun langkahku pulang.
Harapan menepuk dada pelan-pelan, menyalakan sinar di ujung hari.
[Chorus]
Aku menunggu kepastian cinta yang kau tulis di langit,
Dalam jarak yang memeluk erat antara kita berdua.
Jika kau datang, ku tahu rasa itu bertaut tanpa ragu, tanpa halang.
Hanya kau yang cukup untuk menenangkan malamku.
[Bridge]
Kalau jarak ini adalah waktu, biarlah kita menulis ulang cerita,
Sebuah janji yang bukan sekadar bayang, melainkan pelayaran menujumu.
[Chorus]
Aku menunggu kepastian cinta yang kau tulis di langit,
Dalam jarak yang memeluk erat antara kita berdua.
Jika kau datang, ku tahu rasa itu bertaut tanpa ragu, tanpa halang.
Hanya kau yang cukup untuk menenangkan malamku.
[Outro]
Nanti kau datang, nanti kau pulang, dan rindu ini reda bersama cahaya pagi,
Di pelukanmu, aku akan diam menanti sepenuh hati.