[Intro – Piano Solo]
(Hening… hanya suara piano dan ambience hujan)
[Verse 1 – Vocal A]
Malam kembali menyebut namamu
Di antara sunyi yang tak mau berlalu
Pesan terakhir masih tersimpan
Namun jemariku tak sanggup mengirimkan
[Verse 2 – Vocal B]
Aku pun masih membuka percakapan
Mencari jejak kata yang pernah kau tinggalkan
Ingin bertanya, “Apa kau baik-baik saja?”
Tapi kutahu… mungkin tak ada jawabnya
[Pre-Chorus – Vocal A]
Jika waktu dapat kuulang
Kan kugenggam tanganmu lebih lama
[Pre-Chorus – Vocal B]
Jika hari itu tak pernah datang
Mungkin kita masih bersama
[Chorus – Duet, saling membalas]
[A]
Masihkah kau mengingatku?
Di antara ribuan wajah yang berlalu
[B]
Masihkah namaku tersimpan?
Di sudut hatimu yang paling dalam?
[A]
Aku menunggu pesan darimu…
[B]
Aku menunggu pesan darimu…
[Duet]
Tapi layar ini tetap membisu
Dan kita hanya menjadi masa lalu
[Verse 3 – Vocal A]
Kuketik pesan, lalu kuhapus kembali
“Apakah kau merindukanku seperti dulu?”
Tiga kata yang tak pernah terkirim
Kini menjadi luka di dalam kalbu
[Verse 4 – Vocal B]
Kulihat fotomu untuk terakhir kali
Sebelum kusimpan semuanya di dalam hati
Bukan karena aku telah melupakan
Hanya belajar menerima kehilangan
[Pre-Chorus – Vocal A]
Andai kau mendengar suaraku
Aku masih memanggil namamu
[Pre-Chorus – Vocal B]
Andai kau membaca pesanku
Aku ingin bilang… aku merindukanmu
[Chorus – Duet]
[A]
Masihkah kau mengingatku?
[B]
Masihkah kau menungguku?
[A]
Walau jarak memisahkan kita…
[B]
Walau waktu menghapus semuanya…
[Duet]
Kita pernah menjadi satu cerita
Yang tak sempat memiliki akhir bahagia
[Bridge – Call & Response]
[A]
“Kalau suatu hari kita bertemu…”
[B]
“Aku tak tahu harus berkata apa…”
[A]
“Mungkin cukup dengan tersenyum…”
[B]
“Atau menangis seperti dulu…”
[A]
Pesanku mungkin tak pernah sampai…
[B]
Namun hatiku masih menjawabnya…
[Duet – Soft]
“Aku masih di sini…”
“Aku juga…”
[Final Chorus – Duet, emosional]
[A]
Jika suatu saat kau membaca ini…
[B]
Jika suatu saat kau mendenga