[Intro]
Dijatuh sinar senja, sepi mengalun lembut
Namun langkahnya tetap teguh, hati berbisik syahdu
[Verse 1]
Di tanah Kalimantan, di ujung sungai panjang
Ia lahir dari bisik pohon tropis, dengan senyum meresap hangat
Salindri, namanya berderet cerita dalam doa
Suara nyali menenangkan, mengalun lembut seperti hujan perlahan
Ia pandai bernyanyi, meresap ke jiwa yang rapuh
Mengaji jadi ritual pagi, mengikat iman pada napas hidup
[Pre-Chorus]
Kakesan budaya meniti nadinya, akar-akar merangkul pagi
Kebaikan dipahat dalam tatapannya, tanpa mengira balas
[Chorus]
Grace dalam setiap suaranya, lembut menenangkan badai hati
Mengaji jadi wujud kasih, sebuah rumah bagi setiap jiwa
Kalbungnya mengalir pada bumi, menjaga budaya dengan lembut
Kasihnya tak pernah selesai, seperti sungai yang tak berhenti mengalir
[Verse 2]
Pagi-pagi ia menata hari dengan doa, air mata lembutnya bersinar
Ia menjaga adab, menebar senyum pada tetangga yang lewat
Cahaya batin mengalir dari telinga hingga lidah, menyejukkan sumur hati
Kultur Kalimantan tertata rapi dalam langkahnya, jadi benteng damai
[Pre-Chorus]
Ia mendengar bisik alam, meresap dalam napas panjang
Berjalan tanpa mengeluh, memberi damai pada yang gelisah
[Chorus]
Grace dalam setiap suaranya, lembut menenangkan badai hati
Mengaji jadi wujud kasih, sebuah rumah bagi setiap jiwa
Kalbungnya mengalir pada bumi, menjaga budaya dengan lembut
Kasihnya tak pernah selesai, seperti sungai yang tak berhenti mengalir
[Bridge]
Di balik senyum, ia menapaki doa dengan tegas
Menyulam harapan pada kain-kain kisah leluhur
Tiap langkah adalah doa, tiap lirih adalah syukur
[Chorus]
Grace dalam setiap suaranya, lembut menenangkan badai hati
Mengaji jadi wujud kasih, sebuah rumah bagi setiap jiwa
Kalbungnya mengalir pada bumi, menjaga budaya dengan lembut
Kasihnya tak pernah selesai, seperti sungai yang tak berhenti mengalir
[Outro]
Langkahnya membumi, napasnya meneduh kanvas langit
Salindri, bintang hangat dari Kalimantan, dalam doa dan nyanyian agung