[Intro]
Sendirian di balik senyum yang dipakai rapi
Langkah pelan menapak pada jalan sunyi
[Verse 1]
Kau lihat aku, kau bilang aku kuat, tapi aku rapuh diam-diam
Luka tak terlihat bersembunyi di balik tawa yang kau kagumi
Aku mencoba menjelaskan, kata-kata jadi tersesat di tenggorokan
Empati hilang, digantikan penghakiman yang keras seperti batu
[Pre-Chorus]
Tolong dengar aku pelan-pelan, telinga bukan hanya untuk menilai
[Chorus]
Luka kita berbeda ukuran, bukan untuk diukur dengan standarmu
Senyuman yang kau lihat hanyalah pelindung dari badai di dada
Berhentilah menilai dari luar, lihat apa yang mencoba aku sampaikan
Hubungi hatimu dulu, biarkan empati mengubah cara pandangmu
[Verse 2]
Aku menjaga diri sendiri dengan batas yang kuberikan pada hari-hari gelap
Bukan karena ego, tapi karena kenyataan bahwa aku juga manusia
Jika aku bilang aku lelah, tolong biarkan aku beristirahat
Bukan mengikatku dengan janji-janji kosong atau kritik
[Pre-Chorus]
Aku tidak meminta kesempurnaan, hanya ruang untuk bernapas
[Chorus]
Luka kita berbeda ukuran, bukan untuk diukur dengan standarmu
Senyuman yang kau lihat hanyalah pelindung dari badai di dada
Berhentilah menilai dari luar, lihat apa yang mencoba aku sampaikan
Hubungi hatimu dulu, biarkan empati mengubah cara pandangmu
[Bridge]
Empati bukan ujian, itu pelajaran tentang manusia
Batas sehat bukan ego, itu cara menjaga hati tetap hidup
Kalau kau peduli, pegang lembut kata-kata sebelum kau bertanya
[Chorus]
Luka kita berbeda ukuran, bukan untuk diukur dengan standarmu
Senyuman yang kau lihat hanyalah pelindung dari badai di dada
Berhentilah menilai dari luar, lihat apa yang mencoba aku sampaikan
Hubungi hatimu dulu, biarkan empati mengubah cara pandangmu
[Outro]
Ya, luka ini ada; aku tetap bertahan dengan batas yang kukenal
Dan jika kau peduli, jadilah cahya yang memahami, bukan hakim