[Intro]
Kau bilang kau kuat, tapi luka tetap mengalir diam
Di balik senyum yang pura-pura, ada malam yang mengikatkan sendu
[Verse 1]
Sakit mendalam, berbisik lewat napas yang tercekat
Langkah-langkah sunyi menapak pada trotoar yang dingin
Kebohongan halus menyingkap luka tersembunyi di dada
Aku menata kata untuk menguatkan hati yang rapuh
[Chorus]
Sakit mendalam, tapi aku masih berdiri
Menjaga harapan meski salju hatiku menetes
Aku akan bernapas pelan, menunggu cerah yang pasti
Sakit mendalam, tak berarti aku menyerah
[Verse 2]
Kenangan datang seperti hujan tanpa bingkai waktu
Menyisakan jejak luka di bagian rahasia jiwa
Tanya pada langit, apa arti semua derita ini
Jawabannya pelan: bertahan adalah kekuatan yang benar
[Chorus]
Sakit mendalam, tapi aku masih berdiri
Menjaga harapan meski salju hatiku menetes
Aku akan bernapas pelan, menunggu cerah yang pasti
Sakit mendalam, tak berarti aku menyerah
[Bridge]
Aku menengadah pada cahaya yang tipis
Menyusuri retakan di dinding yang dulu gelap
Pelan aku bangkit, langkahku tak lagi tercekik
Ada luka, ada kekuatan yang akhirnya berseri
[Chorus]
Sakit mendalam, tapi aku masih berdiri
Menjaga harapan meski salju hatiku menetes
Aku akan bernapas pelan, menunggu cerah yang pasti
Sakit mendalam, tak berarti aku menyerah
[Outro]
Sakit mendalam, namun aku tetap ada di sini
Pelan kuhembuskan keraguan, akhirnya aku memilih untuk hidup