[Intro]
Di kaca malam aku bertanya pada langit
Apa arti aku ketika sunyi menepuk dinding hati
[Verse 1]
Aku menapak di trotoar sunyi, menimbang nama yang terukir di dada
Rindu membakar langkah, identitas menata ulang arah
Langkahku jadi tidak pasti, tetapi aku tidak lari
Aku berdiri, sambil menatap kemana aku seharusnya pergi
[Pre-Chorus]
Momen itu datang diam-diam, aku menyebut namaku sendiri
Menyisir bayangan masa lalu, menunggu panggilan dari dalam dada
[Chorus]
Aku yang dulu, aku yang sekarang, tak lari dari pantulan kaca
Rindu membawa aku pulang ke akar, ke suara yang sejati
Menyusun aku bagian demi bagian, hingga aku utuh kembali
Dalam sunyi aku bertanya: siapa aku jika bukan aku sendiri
[Verse 2]
Perjalanan batin seperti sungai yang tidak pernah berhenti
Menyisir celah ingatan, menata lintasan hati
Panggilan diri menggulung di dalam dada yang terdalam
Aku berjalan, meski jalanan bergetar dengan keraguan
[Pre-Chorus]
Aku menunggu sinar kecil yang menuntun balik ke diri
Momen pribadi itu membangun ubah yang lembut tapi pasti
[Chorus]
Aku yang dulu, aku yang sekarang, tak lari dari pantulan kaca
Rindu membawa aku pulang ke akar, ke suara yang sejati
Menyusun aku bagian demi bagian, hingga aku utuh kembali
Dalam sunyi aku bertanya: siapa aku jika bukan aku sendiri
[Bridge]
Eksistensi adalah medan yang menantang, aku belajar berjalan sambil berhati
Menyanyikan nama sendiri di atas nyala lampu kota, aku tidak asing lagi
[Chorus]
Aku yang dulu, aku yang sekarang, tak lari dari pantulan kaca
Rindu membawa aku pulang ke akar, ke suara yang sejati
Menyusun aku bagian demi bagian, hingga aku utuh kembali
Dalam sunyi aku bertanya: siapa aku jika bukan aku sendiri
[Outro]
Aku berdiri lagi, lebih dekat pada diriku, lebih tegas pada panggilan hati
Biar momen pribadi terus menempa nama yang aku sebut pagi malam hari