[Intro]
Sungai berbisik, tanah berkilau—kisah kita pulang ke rumah
Bendera kayu dan panji-panji warna, menari di angin pedalaman
[Verse 1]
Di tepi sungai Kutai, kami belajar melihat waktu
Nenek mengajar bahasa api, lagu-lagu leluhur jadi pedoman hidup
Kami simpan cerita di dalam anyaman kulit bambu, tempat rahasia tak lekang oleh masa
Anak-anak kecil menirukan langkah tari perang, menata masa depan dengan doa
[Chorus]
Tradisi kami hidup di napas setiap desa
Cerita nenek moyang, harga diri terasa nyata
Berkumpul di panggung adat, kita raih cahaya warisan
Spirit kami kuat, menjaga tanah, menjaga bahasa
[Verse 2]
Upacara adat mekar di bulan purnama, sesajen di altar kayu, harum rimbun damar
Terapung di sungai, perahu panjang membawa doa keluarga besar
Orang tua menuturkan legenda, kami menulisnya di dalam dada
Dan kau, kau mendengar, kau merawat ingatan-iringan langkah leluhur
[Chorus]
Tradisi kami hidup di napas setiap desa
Cerita nenek moyang, harga diri terasa nyata
Berkumpul di panggung adat, kita raih cahaya warisan
Spirit kami kuat, menjaga tanah, menjaga bahasa
[Bridge]
Kami datang dari gunung, dari hulu sungai berliku
Mewariskan suara tarian, lambat namun pasti, hingga bumi berdenyut lagi
[Chorus]
Tradisi kami hidup di napas setiap desa
Cerita nenek moyang, harga diri terasa nyata
Berkumpul di panggung adat, kita raih cahaya warisan
Spirit kami kuat, menjaga tanah, menjaga bahasa
[Outro]
Nenek bersiul, ayah menambal cerita dengan senyum
Kami melangkah, membawa kebanggaan Kutai di dada—selamanya