[Intro]
Di tepi sungai senja, angin berbisik samar
Hening menopang beban di dada yang kau taruh sendiri
[Verse 1]
Kau berdiri tegak, menatap kamera hingga cemas menghilang
Lembab mata menahan badai, kau mulai menyanyikan kisah sengsara
Aku lawan Pian, kada mungkin bersama, takut kehilangan arah
Rindu yang membara, tapi jembatan kita runtuh di antara kita
[Pre-Chorus]
Angin mengubah warna hoodie, seperti luka yang tak kunjung kering
Suara napasmu menahan sesak, namun tetap nyaring di telinga malam
[Chorus]
Kau katakan pada lilin hati: kita tak bisa jalan berdampingan
Kau menatap langit muram, berharap fajar bisa membenarkan kita
Mata yang sedih mengabarkan: aku masih di sini walau jalan terpisah
Dan angin membawa harapan yang rapuh, tapi bertahan di dalam dada
[Verse 2]
Kamera perlahan mendekat, bibirmu bergerak seperti menulis luka
Kata-kata terucap pelan, aku dengar karena aku mendengarnya dalam jiwa
Aku lawan Pian, kada mungkin bersama, meski dunia mencoba memisahkan
Rinasakan dingin sore, namun hatimu tetap menahan beban sendiri
[Bridge]
Dolly-in pada wajah, setiap kerutan menoreh cerita
Kau menunduk sedikit, menangkap kilat air mata yang menepi
[Chorus]
Kau katakan pada lilin hati: kita tak bisa jalan berdampingan
Kau menatap langit muram, berharap fajar bisa membenarkan kita
Mata yang sedih mengabarkan: aku masih di sini walau jalan terpisah
Dan angin membawa harapan yang rapuh, tapi bertahan di dalam dada
[Outro]
Saat kamera berhenti di ekspresi terakhir, senyum tipis pun masih ada
Di tepi sungai sore yang mendung, kau memilih menahan damai dalam sepi