[Intro]
Hening malam menenangkan jiwa yang lelah
Langit bisu menatap sunyi, menahan luka
[Verse 1]
Bulan redup menggiring hati yang terpendam
Langkah sunyi menapak, menyimpan duka dalam dada
Kedap dalam tenang, air mata bersembunyi di balik senyum
[Pre-Chorus]
Di hadapan orang lain tersenyum, raut itu memikat biasa
Namun lembayung air mata mengalir saat mata tertutup dalam hening
Tersipu oleh tawa orang sekitar, hati berbisik sendiri
[Chorus]
Kesedihan yang kusembunyikan dalam dada tanpa suara
Rapuh, tetap bertahan meski luka menari dalam diam
Harap menyalakan jiwa yang hampir padam, perlahan-lahan menyusut
Tawakal menenangkan gemetar denyut nadi, meski sunyi memeluk
[Verse 2]
Langkah-langkah lembut menjejaki penjuru malam
Hembusan angin membawa doa yang tak terucap
Seketika senyap, air mata menetes pelan di pelupuk
Diri berlabuh pada harapan yang setia menunggu fajar
[Pre-Chorus]
Senyuman di luar teteskan lagi, seperti bintang yang bersinar tipis
Tapi dalam dada terurai rasa, luka yang tak terobati
Kubah malam menutup semua suara, hanya kedamaian yang tetap
[Chorus]
Kesedihan yang kusembunyikan dalam dada tanpa suara
Rapuh, tetap bertahan meski luka menari dalam diam
Harap menyalakan jiwa yang hampir padam, perlahan-lahan menyusut
Tawakal menenangkan gemetar denyut nadi, meski sunyi memeluk
[Bridge]
Saat semua telah larut dalam keheningan, aku mendengar Allah mendekap
Nafas tenang mengembalikan cahaya pada hati yang tawakal
[Chorus]
Kesedihan yang kusembunyikan dalam dada tanpa suara
Rapuh, tetap bertahan meski luka menari dalam diam
Harap menyalakan jiwa yang hampir padam, perlahan-lahan menyusut
Tawakal menenangkan gemetar denyut nadi, meski sunyi memeluk
[Outro]
Suara vokal perlahan hilang, tinggal doa yang tersisa
Keheningan malam memberi jalan bagi harapan kepada-Nya