[Verse 1]
Banyak yang berdiri paling depan,
teriaknya keras seperti pejuang.
Seolah paling benar, seolah paling suci
di hadapan orang.
Mulutnya penuh nasihat,
jarinya tajam menuding kesalahan.
Padahal cermin di rumahnya sendiri
retak oleh dosa yang disembunyikan.
Sok jadi pahlawan di tengah keramaian,
mencari tepuk tangan dan pujian.
[Pre-Chorus]
Sunyi membongkar semua topeng itu,
kilau kepalsaan mulai menguap.
[Chorus]
Pahlawan sejati tak banyak bicara,
ia bekerja dalam diam.
Tak sibuk menghakimi dunia,
karena ia sibuk memperbaiki dirinya sendiri.
[Verse 2]
Namun saat sunyi datang menghampiri,
yang tersisa hanya topeng kepalsuan.
Riang sorak hanyalah bayangan,
tak menyentuh hati, yang nyata adalah perbaikan yang dilakukan sendiri.
[Bridge]
Di balik kaca retak, cahaya menatap balik,
mengajar kita jadi lebih rendah hati.
[Chorus]
Pahlawan sejati tak banyak bicara,
ia bekerja dalam diam.
Tak sibuk menghakimi dunia,
karena ia sibuk memperbaiki dirinya sendiri.
[Outro]
Biarkan sunyi jadi guru, biarkan diri berubah.